IC / INTEGRATED CIRCUITS

IC / INTEGRATED CIRCUITS 

IC / INTEGRATED CIRCUITS
  • IC EMMC
    IC EMMC

    Pengertian eMMC

    eMMC adalah kepanjangan dari Embedded Multi-Media Controller, sebuah media penyimpanan yang berkecepatan tinggi dan sebagai modul controller, dimana mendia penyimpanan dan media controller itu terdapat dalam satu chip. Teknologi eMMC belum lama dikembangkan, sebelum menggunakan eMMC diperlukan controller khusus untuk membaca dan menulis data yang dikontrol dengan CPU dan di simpan dalam satu tempat sehingga kinerja CPU terkuras lebih banyak. Seiring perkembangan, kemungkinan penuhnya penyimpanan akan semakin penuh, dan ketika sudah penuh, kinerjanya sendiri akan semakin menurun, maka dari itu eMMC dikembangkan sebagai metode standar untuk building controller, artinya pengontrolan penyimpanan dilakukan oleh eMMC itu sendiri, tidak mengandalkan dari CPU lagi.

    Penggunaan eMMC
    Biasanya eMMC digunakan di perangkat elektronik seperti smartpone,kamera, tablet, sistem navigasi, dan pemutar media.

    eMMC Pada Android
    Saya pernah memiliki pengalaman terhadap kerusakan eMMC pada smartphone Android yang saya miliki, dampaknya dirasakan ketika tidak bisa mereset data dengan factory reset. Setiap kali saya akan melakukan faktory reset selalu gagal, setelah cari informasi kesana kemari, ternyata ada dua kemungkinan, salah satunya adalah rusaknya eMMC ada smarphone saya. Dan itu telah saya buktikan dengan menggunakan aplikasi untuk mengetahui kondisi eMMC pada smartphone android bahwa kondisi eMMC android saya dalam keadaan tidak baik. Aplikasi tersebut bernama "eMMC Check".
    Ketika anda menemui masalah pada android anda, kemudian ada yang berasumsi bahwa eMMC yang rusak jangan percaya terlebih dahulu, buktikan terlebih dahulu dengan menggunakan aplikasi "eMMC Check".
  • IC RDA
    IC RDA
  • IC PA
    IC PA
  • IC LAMPU
    IC LAMPU
  • IC POWER
    IC POWER
  • IC CHARGER
    IC CHARGER

    System Kerja Charging Proses charging/pengisian daya dapat dijelaskan dengan pengisian arus listrik kepada ponsel melalui perangkat yang disebut dengan trafo charger ponsel. Pada proses ini trafo ponsel memberikan daya sebesar 3.7 ~ 5 volt kepada bateray sebagai penampung daya dan untuk selanjutnya akan diteruskan kepada bagian- bagian yang membutuhkan. Dalam proses charging, pengisian daya dari charger masuk melalui resistor fuse, yang fungsinya sebagai sekring / pengaman apabila terjadi arus yang masuk ke IC charging berlebih. Dari fuse, arus menuju coil / spul yang berfungsi sebagai penghubung dan selanjutnya menuju resistor. Resistor berfungsi sebagai hambatan / penahan agar arus yang lewat padanya dapat menyesuaikan. Di dalam IC charging sendiri terdapat komponen yang disebut dengan charging sense sebagai pengontrol berbentuk data yang berhubungan dengan IC power supply, fungsinya apabila terjadi ketidak sesuaian dengan kinerja IC charging, maka IC power akan memutuskan pengisian ulang dengan mengirimkan data ke IC CPU bahwa pengisian gagal. Dikenal dengan not charging / tidak mengisi. Dibawah ini adalah potongan jalur charging pada Nokia X2 RM – 551.

    Sebenarnya dalam keadaan matipun baterai telah mensuplay arus / tegangan pada komponen-komponen seperti IC power amply (IC PA), IC regulator, IC charging, IC interface. Dari gambar diatas dapat dijelaskan IC power supply (betty dan avilma) berfungsi sebagai pengolah dan membagiakan arus / tegangan yang masuk dari baterai dan mengeluarkan tegangan standby ke CPU. Saat ponsel di on kan, CPU mendapat tegangan negatif (-) dari switch on / off, kemudian CPU memerintahkan IC power supply (betty dan avilma) untuk mensupply arus / tegangan kesetiap bagian pada ponsel. Power supply akan mengeluarkan tegangan (output) setelah ponsel di on kan, kecuali tegangan VBB yang berfungsi sebagai tegangan stanby terjadi kerusakan, maka tidak akan ada tegangan stanby / VBB dari power supply. Dibawah ini gambar suplay pengisian daya dari konector baterai ke IC charging sbb:

    Ciri-ciri kerusakan pada charging : 1. No charging 2. Not charging 3. Auto charging / pengisian daya tidak didukung 1. No Charging Adalah kegagalan untuk mengisi daya pada ponsel ketika dihubungkan dengan pengisi daya. Dalam kasus ini, pada saat proses pengecasan tidak terdapat indikator yg menerangkan sedang melakukan pengisian daya yang tidak Nampak pada layar LCD (Tidak ada respon samasekali). Pemeriksaan : - Charger Pemeriksaan : Atur AvoMeter pada setelan 20 Volt. Hubungkan charger yang telah dialiri listrik ke plug-in charger, kemudian hubungkan testprobe merah (+) pada konektor bateray plus (+) dan testprobe hitam (-) ke konektor beteray min (-). Charger yang baik akan mengeluarkan tegangan sebesar 3,5 Volt pada saat proses charging. Jika dalam pengukuran tegangan pada konektor bateray, indikator AvoMeter menunjukkan tegangan kurang dari 3,5 Volt, dapat disimpulkan bahwa komponen charger telah mengalami kerusakan. Ganti charger. - Plug – in Pemeriksaan : Pada ponsel, plug-in charger ada model menempel dengan casing ponsel dan ada pula yang menggunakan model solder melekat dengan PWB. Jika menggunakan model menempel dengan casing, dimungkinkan antara plug-in dan PWB tidak menempel dengan baik. Solusi perbaikannya dengan menambahkan timah di papan PWB, agar antara PWB dan Plug-in dapat menempel. Jika plug- in model solder melekat dengan PWB, cek solderan pada kaki plus (+) dan minusnya (–) dikaki plug-in, bisa jadi solderan tersebut sudah tidak melekat lagi, coba solder ulang. Jika setelah dilakukan solder ulang tapi nilai (+) atau (-) tidak ada, ada kemungkinan jalur tersebut putus. Jika hasil pemeriksaan fisik plug-in menunjukkan kerusakan, lakukan penggantian plug- in. - Konektor bateray Pemeriksaan : Periksa fisik konektor bateray. Jika hasil pemeriksaan konektor bateray menunjukkan kerusakan, lakukan penggantian. - Resistor fuse Pemeriksaan : Atur Avometer pada setelan buzzer. Hubungkan Testprobe merah (+) pada salah satu kaki resistor fuse dan testprobe hitam (-) disisi sebelahnya. Jika Avometer berbunyi / terhubung, berarti resistor fuse dalam keadaan baik. Jika hasil pemeriksaan resistor fuse menunjukkan kerusakan, lakukan penggantian resistor fuse. - Kapasitor / resistor Pemeriksaan : Langkah selanjutnya setelah pengecekan charger, plug-in, konektor bateray dan resistor fuse, lakukan pemeriksaan kapasitor / resistor di jalur charging. Peroses pengecekan ini perlu dilakukan untuk memastikan komponen yang berada di jalur charging dalam kondisi baik. Kapasitor / resistor dikatakan dapat berfungsi dengan normal bila nilai resistansi yang terdapat di dalamnya tidak mengalami penyimpangan nilai. Atur AVOMeter pada setelan buzzer. Hubungkan Testprobe merah (+) ke ground dan Testprobe hitam (-) pada komponen yang dimaksud atau boleh bolak balik. Kapasitor, syarat umum pemeriksa an kapasitor adalah kutub sisi yang satu bernilai 001 atau ground atau berbunyi dan sisi yang lainnya mempunya i nilai. Jika memenuhi syarat umum diatas, berarti kapasitor baik, lakukan pemeriksa an di kapasitor yang lainnya. Resistor, syarat umum pemeriksa an resistor adalah kedua kutub kiri dan kanan mempunya i nilai. Lakukan langkah pemeriksa an seperti komponen kapasitor. Jika kedua sisi kutub mempunya i nilai, maka resistor telah baik, lakukan pemeriksa an di kapasitor yang lainnya. Jika kapasitor atau resistor telah rusak, lakukan pergantian dengan nilai resistansi yang sama. - Putus jalur Pemeriksaan : Putus jalur bisa terjadi karena fisik ponsel terkena benturan yang keras, sehingga menyebabkan jalur yang meghubungkan antar komponen di jalur charging putus. Atur AVOMeter pada indikator buzzer. Kemudian hubungkan Testprobe hitam (-) pada komponen resistor / kapasitor, sedangkan Testprobe merah (+) di resistor / kapasitor di jalur yang bersebelahan dalam satu jalur. Jika AVOMeter bernilai 001 atau berbunyi, menandakan jalur dalam keadaan baik. Jika terjadi putus jalur di dalam jalur charging, lakukan jumper antar komponen yang putus tersebut. -

    IC charging Fungsi sebagai komponen yang bekerja secara otomatis pada saat pengisian yang bekerja hanya untuk mengisi tegangan bateray yang dikendalikan oleh CPU melalui IC Pengontrol. Pemeriksaan : Atur multi tester pada indikator 10 Volt. Hubungkan charger yang dialiri arus listrik ke konektor chager di ponsel Kabel merah (+) multi tester pada konektor baterai (+) Kabel hitam (-) pada konektor baterai (-) Jika indikator multi tester menunjukkan nilai yang sesuai dengan tagangan yang ada pada batray, berarti IC Charger dalam keadan baik. Jika tegangan tidak sesuai dengan langkah pemeriksaan diatas, lakukan penggantian IC Charger. 2. Not charging Kondisi dimana jika pengisi daya dihubungkan maka diayar akan tampak tulisan not charging (tidak mengisi), Not Support, Tanda Bateray disilang. Pemeriksaan : - Charge Lakukan periksaan seperti pada langkah pemeriksaan “No Charge” sebelumnya. - Plug-in Lakukan periksaan seperti pada langkah pemeriksaan “No Charge” sebelumnya. - Konektor bateray Lakukan periksaan seperti pada langkah pemeriksaan “No Charge” sebelumnya. - Resistor fuse Lakukan periksaan seperti pada langkah pemeriksaan “No Charge” sebelumnya. - IC charging Lakukan periksaan seperti pada langkah pemeriksaan “No Charge” sebelumnya. Untuk langah pemeriksaan pada resistor btemp dan resistor sense, ada baiknya baca terlebih dahulu bahasan BSI (Bateray Size Indicator) dibawah ini : BSI / Btemp adalah singkatan dari Battery Size Indicator (atau Battery Sense Indicator), atau jika diartikan menurut bahasa Indonesia adalah Indikator Ukuran Baterai. Ukuran baterai yang dimaksud disini bukanlah ukuran dimensi baterai, tetapi ukuran disini maksudnya adalah ukuran (batas) kapasitas tegangan yang diperbolehkan disimpan oleh baterai tersebut. Kutub BSI ini (sederhananya) dihubungkan ke Kutub negatif (didalam) baterai melalui tahanan/ resistor yang berubah nilainya berdasarkan perubahan temperature tahanan itu sendiri.

    Tahanan / resistor ini biasa disebut Thermistor (Thermal Resistor), dan yang biasa digunakan oleh baterai ponsel adalah jenis NTC Thermistor. NTC merupakan singkatan dari Negative Thermal Coefficient, dimana nilai tahanan resistor akan berkurang seiring dengan bertambahnya temperature resistor tersebut. Hal ini digunakan sebagai sensor oleh rangkaian ponsel yaitu sirkuit isi ulang dan CPU agar pada saatnya proses isi ulang bateray dihentikan secara otomatis.

    Bagaimana proses penghentian isi ulang batere tersebut dapat dilakukan secara otomatis oleh ponsel ? Seperti kita ketahui, tegangan yang masuk pada suatu rangkaian akan menimbulkan arus listrik, maka saat itu akan terjadi pula perubahan suhu pada rangkaian tersebut (sebagai akibat pergerakan/ tumbukan molekul- molekul listrik atau elektron), dalam hal ini bertambahnya temperatur baterai. Pertambahan temperatur baterai yang dialami akan “menular” pada komponen NTC thermistor yang terpasang didalamnya, maka seiring dengan itu nilai tahanan thermistor tersebut akan berkurang. Selanjutnya kutub BSI baterai ini terhubung melalui konektor baterai ponsel ke rangkaian isi ulang (charging circuit) dan CPU ponsel sebagai sensor, dimana perubahan nilai tahanan yang terjadi, jika telah mencapai batasan yang telah diperhitungkan dan ditetapkan (sesuai dengan perhitungan kapasitas tegangan yang diperbolehkan tersimpan pada baterai), maka akhirnya akan menghentikan proses isi ulang baterai tersebut dengan memutuskan arus listrik yang mengalir ke kutub positif baterai. Hal tersebut sangat diperlukan / dibutuhkan, agar baterai tidak terus menerus dialiri arus listrik hingga diluar ambang batas nilai sel-sel baterainya sendiri. Sehingga baterai aman dari kelebihan tegangan, memperpanjang usia sel-sel baterai, serta mencegah meledaknya baterai karena perubahan sel-sel yang extreme akibat kelebihan tegangan. - Resistor Btemp Atur Avometer pada setelan buzzer. Hubungkan Testprobe merah (+) pada salah satu kaki resistor btemp dan testprobe hitam (-) disisi sebelahnya. Jika Avometer berbunyi / terhubung, berarti resistor btemp dalam keadaan baik. Nilai resistansi dari resistor btemp bernilai 47 kilo, jika nilai resistensi tersebut menyimpang dari 47 kilo, lakukan penggantian. - Resistor sense Lakukan penggantian resistor sense. 3. Auto charging / pengisian daya tidak didukung Auto Charging adalah kondisi dimana ponsel tanpa dihubungkan dengan piranti pengisi daya tetapi dia menampakan kondisi sedang mengisi (Indikator LCD menunjukkan sedang melakukan proses pengisian daya). Sedangkan kondisi pengisian daya tidak didukung adalah proses charging yang tidak penuh-penuh. - Resistor Btemp Atur Avometer pada setelan buzzer. Hubungkan Testprobe merah (+) pada salah satu kaki resistor btemp dan testprobe hitam (-) disisi sebelahnya. Jika Avometer berbunyi / terhubung, berarti resistor btemp dalam keadaan baik. Nilai resistansi dari resistor btemp bernilai 47 kilo, jika nilai resistensi tersebut menyimpang dari 47 kilo, lakukan penggantian. - Resistor sense Lakukan penggantian resistor sense.

  • CPU / PROCESSOR
    CPU / PROCESSOR

    Unit Pemroses Sentral (UPS) (bahasa InggrisCentral Processing Unit/ProcessorCPU), merujuk kepada perangkat keras komputer yang memahami dan melaksanakan perintah dan datadari perangkat lunak. Istilah lain, pemroses/prosesor (processor), sering digunakan untuk menyebut CPU. Adapun mikroprosesor adalah CPU yang diproduksi dalam sirkuit terpadu, seringkali dalam sebuah paket sirkuit terpadu-tunggal. Sejak pertengahan tahun 1970-an, mikroprosesor sirkuit terpadu-tunggal ini telah umum digunakan dan menjadi aspek penting dalam penerapan CPU. CPU Merupakan bagian utama dari komputer karena processor berfungsi untuk mengatur semua aktifitas yang ada pada komputer. Satuan kecepatan dari processor adalah MHz (Mega Hertz) atau GHz (1000 Mega Hertz), dimana semakin besar nilainya semakin cepat proses eksekusi pada komputer.

    Komponen CPU

    Diagram blok sederhana sebuah CPU.

    Komponen CPU terbagi menjadi beberapa macam, yaitu sebagai berikut:

    • Unit kontrol yang mampu mengatur jalannya program. Komponen ini sudah pasti terdapat dalam semua CPU. CPU bertugas mengontrol komputer sehingga terjadi sinkronisasi kerja antarkomponen dalam menjalankan fungsi-fungsi operasinya. termasuk dalam tanggung jawab unit kontrol adalah mengambil intruksi-intruksi dari memori utama dan menentukan jenis instruksi tersebut. Bila ada instruksi untuk perhitungan aritmatika atau perbandingan logika, maka unit kendali akan mengirim instruksi tersebut ke ALU. Hasil dari pengolahan data dibawa oleh unit kendali ke memori utama lagi untuk disimpan, dan pada saatnya akan disajikan ke alat output. Dengan demikian tugas dari unit kendali ini adalah:
      • Mengatur dan mengendalikan alat-alat masukan (input) dan keluaran (output).
      • Mengambil instruksi-instruksi dari memori utama.
      • Mengambil data dari memori utama (jika diperlukan) untuk diproses.
      • Mengirim instruksi ke ALU bila ada perhitungan aritmatika atau perbandingan logika serta mengawasi kerja dari ALU.
      • Menyimpan hasil proses ke memori utama.
    • Register merupakan alat penyimpanan kecil yang mempunyai kecepatan akses cukup tinggi, yang digunakan untuk menyimpan data dan/atau instruksi yang sedang diproses. Memori ini bersifat sementara, biasanya digunakan untuk menyimpan data saat di olah ataupun data untuk pengolahan selanjutnya. Secara analogi, register ini dapat diibaratkan sebagai ingatan di otak bila kita melakukan pengolahan data secara manual, sehingga otak dapat diibaratkan sebagai CPU, yang berisi ingatan-ingatan, satuan kendali yang mengatur seluruh kegiatan tubuh dan mempunyai tempat untuk melakukan perhitungan dan perbandingan logika.
    • ALU unit yang bertugas untuk melakukan operasi aritmetika dan operasi logika berdasar instruksi yang ditentukan. ALU sering di sebut mesin bahasa karena bagian ini ALU terdiri dari dua bagian, yaitu unit arithmetika dan unit logika boolean yang masing-masing memiliki spesifikasi tugas tersendiri. Tugas utama dari ALU adalah melakukan semua perhitungan aritmatika yang terjadi sesuai dengan instruksi program. ALU melakukan semua operasi aritmatika dengan dasar penjumlahan sehingga sirkuit elektronik yang digunakan disebut adder.

    Tugas lain dari ALU adalah melakukan keputusan dari suatu operasi logika sesuai dengan instruksi program. Operasi logika meliputi perbandingan dua operand dengan menggunakan operator logika tertentu, yaitu sama dengan (=), tidak sama dengan (¹ ), kurang dari (<), kurang atau sama dengan (£ ), lebih besar dari (>), dan lebih besar atau sama dengan (³ ).

    • CPU Interconnections adalah sistem koneksi dan bus yang menghubungkan komponen internal CPU, yaitu ALU, unit kontrol dan register-register dan juga dengan bus-bus eksternal CPU yang menghubungkan dengan sistem lainnya, seperti memori utama, piranti masukan /keluaran.

    Cara Kerja CPU

    Saat data dan/atau instruksi dimasukkan ke processing-devices, pertama sekali diletakkan di MAA (melalui Input-storage); apabila berbentuk instruksi ditampung oleh Control Unit di Program-storage, namun apabila berbentuk data ditampung di Working-storage). Jika register siap untuk menerima pengerjaan eksekusi, maka Control Unit akan mengambil instruksi dari Program-storage untuk ditampungkan ke Instruction Register, sedangkan alamat memori yang berisikan instruksi tersebut ditampung di Program Counter. Sedangkan data diambil oleh Control Unit dari Working-storage untuk ditampung di General-purpose register (dalam hal ini di Operand-register). Jika berdasar instruksi pengerjaan yang dilakukan adalah arithmatika dan logika, maka ALU akan mengambil alih operasi untuk mengerjakan berdasar instruksi yang ditetapkan. Hasilnya ditampung di Akumulator. Apabila hasil pengolahan telah selesai, maka Control Unit akan mengambil hasil pengolahan di Accumulator untuk ditampung kembali ke Working-storage. Jika pengerjaan keseluruhan telah selesai, maka Control Unit akan menjemput hasil pengolahan dari Working-storageuntuk ditampung ke Output-storage. Lalu selanjutnya dari Output-storage, hasil pengolahan akan ditampilkan ke output-devices.

    Fungsi CPU

    CPU berfungsi seperti kalkulator, hanya saja CPU jauh lebih kuat daya pemrosesannya. Fungsi utama dari CPU adalah melakukan operasi aritmatika dan logika terhadap data yang diambil dari memori atau dari informasi yang dimasukkan melalui beberapa perangkat keras, seperti papan tombolpemindaituas kontrol, maupun tetikus. CPU dikontrol menggunakan sekumpulan instruksi perangkat lunak komputerPerangkat lunak tersebut dapat dijalankan oleh CPU dengan membacanya dari media penyimpan, seperti cakram kerasdisketcakram padat, maupun pita perekam. Instruksi-instruksi tersebut kemudian disimpan terlebih dahulu pada memori fisik (MAA), yang mana setiap instruksi akan diberi alamat unik yang disebut alamat memori. Selanjutnya, CPU dapat mengakses data-data pada MAA dengan menentukan alamat data yang dikehendaki.

    Saat sebuah program dieksekusi, data mengalir dari RAM ke sebuah unit yang disebut dengan bus, yang menghubungkan antara CPU dengan MAA. Data kemudian didekode dengan menggunakan unit proses yang disebut sebagai pendekoder instruksi yang sanggup menerjemahkan instruksi. Data kemudian berjalan ke unit aritmatika dan logika (ALU) yang melakukan kalkulasi dan perbandingan. Data bisa jadi disimpan sementara oleh ALU dalam sebuah lokasi memori yang disebut dengan register supaya dapat diambil kembali dengan cepat untuk diolah. ALUdapat melakukan operasi-operasi tertentu, meliputi penjumlahan, perkalian, pengurangan, pengujian kondisi terhadap data dalam register, hingga mengirimkan hasil pemrosesannya kembali ke memori fisik, media penyimpan, atau register apabila akan mengolah hasil pemrosesan lagi. Selama proses ini terjadi, sebuah unit dalam CPU yang disebut dengan penghitung program akan memantau instruksi yang sukses dijalankan supaya instruksi tersebut dapat dieksekusi dengan urutan yang benar dan sesuai.

    Percabangan instruksi

    Pemrosesan instruksi dalam CPU dibagi atas dua tahap, Tahap-I disebut Instruction Fetch, sedangkan Tahap-II disebut Instruction Execute. Tahap-I berisikan pemrosesan CPU di mana Control Unit mengambil data dan/atau instruksi dari main-memory ke register, sedangkan Tahap-II berisikan pemrosesan CPU di mana Control Unit menghantarkan data dan/atau instruksi dari register ke main-memory untuk ditampung di MAA, setelah Instruction Fetch dilakukan. Waktu pada tahap-I ditambah dengan waktu pada tahap-II disebut waktu siklus mesin (machine cycles time).

    Penghitung program dalam CPU umumnya bergerak secara berurutan. Walaupun demikian, beberapa instruksi dalam CPU, yang disebut dengan instruksi lompatan, mengizinkan CPU mengakses instruksi yang terletak bukan pada urutannya. Hal ini disebut juga percabangan instruksi (branching instruction). Cabang-cabang instruksi tersebut dapat berupa cabang yang bersifat kondisional (memiliki syarat tertentu) atau non-kondisional. Sebuah cabang yang bersifat non-kondisional selalu berpindah ke sebuah instruksi baru yang berada di luar aliran instruksi, sementara sebuah cabang yang bersifat kondisional akan menguji terlebih dahulu hasil dari operasi sebelumnya untuk melihat apakah cabang instruksi tersebut akan dieksekusi atau tidak. Data yang diuji untuk percabangan instruksi disimpan pada lokasi yang disebut dengan flag.

    Bilangan yang dapat ditangani

    Kebanyakan CPU dapat menangani dua jenis bilangan, yaitu fixed-point dan floating-point. Bilangan fixed-point memiliki nilai digit spesifik pada salah satu titik desimalnya. Hal ini memang membatasi jangkauan nilai yang mungkin untuk angka-angka tersebut, tetapi hal ini justru dapat dihitung oleh CPU secara lebih cepat. Sementara itu, bilangan floating-point merupakan bilangan yang diekspresikan dalam notasi ilmiah, di mana sebuah angka direpresentasikan sebagai angka desimal yang dikalikan dengan pangkat 10 (seperti 3,14 x 1057). Notasi ilmiah seperti ini merupakan cara yang singkat untuk mengekspresikan bilangan yang sangat besar atau bilangan yang sangat kecil, dan juga mengizinkan jangkauan nilai yang sangat jauh sebelum dan sesudah titik desimalnya. Bilangan ini umumnya digunakan dalam merepresentasikan grafik dan kerja ilmiah, tetapi proses aritmatika terhadap bilangan floating-point jauh lebih rumit dan dapat diselesaikan dalam waktu yang lebih lama oleh CPU karena mungkin dapat menggunakan beberapa siklus detak CPU. Beberapa komputer menggunakan sebuah prosesor sendiri untuk menghitung bilangan floating-point yang disebut dengan FPU (disebut juga math co-processor) yang dapat bekerja secara paralel dengan CPU untuk mempercepat penghitungan bilangan floating-pointFPU saat ini menjadi standar dalam banyak komputer karena kebanyakan aplikasi saat ini banyak beroperasi menggunakan bilangan floating-point.

LIHAT 1 - 2 DARI 2 PART
LIHAT 1 - 2 DARI 2 PART

Barusan Di Lihat

Tidak ada Sparepart yang Sudah Anda lihat, Semua Sparepart yang anda lihat sekarang akan di simpan disini

Menu

Bandingkan 0