IC CHARGER

System Kerja Charging Proses charging/pengisian daya dapat dijelaskan dengan pengisian arus listrik kepada ponsel melalui perangkat yang disebut dengan trafo charger ponsel. Pada proses ini trafo ponsel memberikan daya sebesar 3.7 ~ 5 volt kepada bateray sebagai penampung daya dan untuk selanjutnya akan diteruskan kepada bagian- bagian yang memb...

System Kerja Charging Proses charging/pengisian daya dapat dijelaskan dengan pengisian arus listrik kepada ponsel melalui perangkat yang disebut dengan trafo charger ponsel. Pada proses ini trafo ponsel memberikan daya sebesar 3.7 ~ 5 volt kepada bateray sebagai penampung daya dan untuk selanjutnya akan diteruskan kepada bagian- bagian yang membutuhkan. Dalam proses charging, pengisian daya dari charger masuk melalui resistor fuse, yang fungsinya sebagai sekring / pengaman apabila terjadi arus yang masuk ke IC charging berlebih. Dari fuse, arus menuju coil / spul yang berfungsi sebagai penghubung dan selanjutnya menuju resistor. Resistor berfungsi sebagai hambatan / penahan agar arus yang lewat padanya dapat menyesuaikan. Di dalam IC charging sendiri terdapat komponen yang disebut dengan charging sense sebagai pengontrol berbentuk data yang berhubungan dengan IC power supply, fungsinya apabila terjadi ketidak sesuaian dengan kinerja IC charging, maka IC power akan memutuskan pengisian ulang dengan mengirimkan data ke IC CPU bahwa pengisian gagal. Dikenal dengan not charging / tidak mengisi. Dibawah ini adalah potongan jalur charging pada Nokia X2 RM – 551.

Sebenarnya dalam keadaan matipun baterai telah mensuplay arus / tegangan pada komponen-komponen seperti IC power amply (IC PA), IC regulator, IC charging, IC interface. Dari gambar diatas dapat dijelaskan IC power supply (betty dan avilma) berfungsi sebagai pengolah dan membagiakan arus / tegangan yang masuk dari baterai dan mengeluarkan tegangan standby ke CPU. Saat ponsel di on kan, CPU mendapat tegangan negatif (-) dari switch on / off, kemudian CPU memerintahkan IC power supply (betty dan avilma) untuk mensupply arus / tegangan kesetiap bagian pada ponsel. Power supply akan mengeluarkan tegangan (output) setelah ponsel di on kan, kecuali tegangan VBB yang berfungsi sebagai tegangan stanby terjadi kerusakan, maka tidak akan ada tegangan stanby / VBB dari power supply. Dibawah ini gambar suplay pengisian daya dari konector baterai ke IC charging sbb:

Ciri-ciri kerusakan pada charging : 1. No charging 2. Not charging 3. Auto charging / pengisian daya tidak didukung 1. No Charging Adalah kegagalan untuk mengisi daya pada ponsel ketika dihubungkan dengan pengisi daya. Dalam kasus ini, pada saat proses pengecasan tidak terdapat indikator yg menerangkan sedang melakukan pengisian daya yang tidak Nampak pada layar LCD (Tidak ada respon samasekali). Pemeriksaan : - Charger Pemeriksaan : Atur AvoMeter pada setelan 20 Volt. Hubungkan charger yang telah dialiri listrik ke plug-in charger, kemudian hubungkan testprobe merah (+) pada konektor bateray plus (+) dan testprobe hitam (-) ke konektor beteray min (-). Charger yang baik akan mengeluarkan tegangan sebesar 3,5 Volt pada saat proses charging. Jika dalam pengukuran tegangan pada konektor bateray, indikator AvoMeter menunjukkan tegangan kurang dari 3,5 Volt, dapat disimpulkan bahwa komponen charger telah mengalami kerusakan. Ganti charger. - Plug – in Pemeriksaan : Pada ponsel, plug-in charger ada model menempel dengan casing ponsel dan ada pula yang menggunakan model solder melekat dengan PWB. Jika menggunakan model menempel dengan casing, dimungkinkan antara plug-in dan PWB tidak menempel dengan baik. Solusi perbaikannya dengan menambahkan timah di papan PWB, agar antara PWB dan Plug-in dapat menempel. Jika plug- in model solder melekat dengan PWB, cek solderan pada kaki plus (+) dan minusnya (–) dikaki plug-in, bisa jadi solderan tersebut sudah tidak melekat lagi, coba solder ulang. Jika setelah dilakukan solder ulang tapi nilai (+) atau (-) tidak ada, ada kemungkinan jalur tersebut putus. Jika hasil pemeriksaan fisik plug-in menunjukkan kerusakan, lakukan penggantian plug- in. - Konektor bateray Pemeriksaan : Periksa fisik konektor bateray. Jika hasil pemeriksaan konektor bateray menunjukkan kerusakan, lakukan penggantian. - Resistor fuse Pemeriksaan : Atur Avometer pada setelan buzzer. Hubungkan Testprobe merah (+) pada salah satu kaki resistor fuse dan testprobe hitam (-) disisi sebelahnya. Jika Avometer berbunyi / terhubung, berarti resistor fuse dalam keadaan baik. Jika hasil pemeriksaan resistor fuse menunjukkan kerusakan, lakukan penggantian resistor fuse. - Kapasitor / resistor Pemeriksaan : Langkah selanjutnya setelah pengecekan charger, plug-in, konektor bateray dan resistor fuse, lakukan pemeriksaan kapasitor / resistor di jalur charging. Peroses pengecekan ini perlu dilakukan untuk memastikan komponen yang berada di jalur charging dalam kondisi baik. Kapasitor / resistor dikatakan dapat berfungsi dengan normal bila nilai resistansi yang terdapat di dalamnya tidak mengalami penyimpangan nilai. Atur AVOMeter pada setelan buzzer. Hubungkan Testprobe merah (+) ke ground dan Testprobe hitam (-) pada komponen yang dimaksud atau boleh bolak balik. Kapasitor, syarat umum pemeriksa an kapasitor adalah kutub sisi yang satu bernilai 001 atau ground atau berbunyi dan sisi yang lainnya mempunya i nilai. Jika memenuhi syarat umum diatas, berarti kapasitor baik, lakukan pemeriksa an di kapasitor yang lainnya. Resistor, syarat umum pemeriksa an resistor adalah kedua kutub kiri dan kanan mempunya i nilai. Lakukan langkah pemeriksa an seperti komponen kapasitor. Jika kedua sisi kutub mempunya i nilai, maka resistor telah baik, lakukan pemeriksa an di kapasitor yang lainnya. Jika kapasitor atau resistor telah rusak, lakukan pergantian dengan nilai resistansi yang sama. - Putus jalur Pemeriksaan : Putus jalur bisa terjadi karena fisik ponsel terkena benturan yang keras, sehingga menyebabkan jalur yang meghubungkan antar komponen di jalur charging putus. Atur AVOMeter pada indikator buzzer. Kemudian hubungkan Testprobe hitam (-) pada komponen resistor / kapasitor, sedangkan Testprobe merah (+) di resistor / kapasitor di jalur yang bersebelahan dalam satu jalur. Jika AVOMeter bernilai 001 atau berbunyi, menandakan jalur dalam keadaan baik. Jika terjadi putus jalur di dalam jalur charging, lakukan jumper antar komponen yang putus tersebut. -

IC charging Fungsi sebagai komponen yang bekerja secara otomatis pada saat pengisian yang bekerja hanya untuk mengisi tegangan bateray yang dikendalikan oleh CPU melalui IC Pengontrol. Pemeriksaan : Atur multi tester pada indikator 10 Volt. Hubungkan charger yang dialiri arus listrik ke konektor chager di ponsel Kabel merah (+) multi tester pada konektor baterai (+) Kabel hitam (-) pada konektor baterai (-) Jika indikator multi tester menunjukkan nilai yang sesuai dengan tagangan yang ada pada batray, berarti IC Charger dalam keadan baik. Jika tegangan tidak sesuai dengan langkah pemeriksaan diatas, lakukan penggantian IC Charger. 2. Not charging Kondisi dimana jika pengisi daya dihubungkan maka diayar akan tampak tulisan not charging (tidak mengisi), Not Support, Tanda Bateray disilang. Pemeriksaan : - Charge Lakukan periksaan seperti pada langkah pemeriksaan “No Charge” sebelumnya. - Plug-in Lakukan periksaan seperti pada langkah pemeriksaan “No Charge” sebelumnya. - Konektor bateray Lakukan periksaan seperti pada langkah pemeriksaan “No Charge” sebelumnya. - Resistor fuse Lakukan periksaan seperti pada langkah pemeriksaan “No Charge” sebelumnya. - IC charging Lakukan periksaan seperti pada langkah pemeriksaan “No Charge” sebelumnya. Untuk langah pemeriksaan pada resistor btemp dan resistor sense, ada baiknya baca terlebih dahulu bahasan BSI (Bateray Size Indicator) dibawah ini : BSI / Btemp adalah singkatan dari Battery Size Indicator (atau Battery Sense Indicator), atau jika diartikan menurut bahasa Indonesia adalah Indikator Ukuran Baterai. Ukuran baterai yang dimaksud disini bukanlah ukuran dimensi baterai, tetapi ukuran disini maksudnya adalah ukuran (batas) kapasitas tegangan yang diperbolehkan disimpan oleh baterai tersebut. Kutub BSI ini (sederhananya) dihubungkan ke Kutub negatif (didalam) baterai melalui tahanan/ resistor yang berubah nilainya berdasarkan perubahan temperature tahanan itu sendiri.

Tahanan / resistor ini biasa disebut Thermistor (Thermal Resistor), dan yang biasa digunakan oleh baterai ponsel adalah jenis NTC Thermistor. NTC merupakan singkatan dari Negative Thermal Coefficient, dimana nilai tahanan resistor akan berkurang seiring dengan bertambahnya temperature resistor tersebut. Hal ini digunakan sebagai sensor oleh rangkaian ponsel yaitu sirkuit isi ulang dan CPU agar pada saatnya proses isi ulang bateray dihentikan secara otomatis.

Bagaimana proses penghentian isi ulang batere tersebut dapat dilakukan secara otomatis oleh ponsel ? Seperti kita ketahui, tegangan yang masuk pada suatu rangkaian akan menimbulkan arus listrik, maka saat itu akan terjadi pula perubahan suhu pada rangkaian tersebut (sebagai akibat pergerakan/ tumbukan molekul- molekul listrik atau elektron), dalam hal ini bertambahnya temperatur baterai. Pertambahan temperatur baterai yang dialami akan “menular” pada komponen NTC thermistor yang terpasang didalamnya, maka seiring dengan itu nilai tahanan thermistor tersebut akan berkurang. Selanjutnya kutub BSI baterai ini terhubung melalui konektor baterai ponsel ke rangkaian isi ulang (charging circuit) dan CPU ponsel sebagai sensor, dimana perubahan nilai tahanan yang terjadi, jika telah mencapai batasan yang telah diperhitungkan dan ditetapkan (sesuai dengan perhitungan kapasitas tegangan yang diperbolehkan tersimpan pada baterai), maka akhirnya akan menghentikan proses isi ulang baterai tersebut dengan memutuskan arus listrik yang mengalir ke kutub positif baterai. Hal tersebut sangat diperlukan / dibutuhkan, agar baterai tidak terus menerus dialiri arus listrik hingga diluar ambang batas nilai sel-sel baterainya sendiri. Sehingga baterai aman dari kelebihan tegangan, memperpanjang usia sel-sel baterai, serta mencegah meledaknya baterai karena perubahan sel-sel yang extreme akibat kelebihan tegangan. - Resistor Btemp Atur Avometer pada setelan buzzer. Hubungkan Testprobe merah (+) pada salah satu kaki resistor btemp dan testprobe hitam (-) disisi sebelahnya. Jika Avometer berbunyi / terhubung, berarti resistor btemp dalam keadaan baik. Nilai resistansi dari resistor btemp bernilai 47 kilo, jika nilai resistensi tersebut menyimpang dari 47 kilo, lakukan penggantian. - Resistor sense Lakukan penggantian resistor sense. 3. Auto charging / pengisian daya tidak didukung Auto Charging adalah kondisi dimana ponsel tanpa dihubungkan dengan piranti pengisi daya tetapi dia menampakan kondisi sedang mengisi (Indikator LCD menunjukkan sedang melakukan proses pengisian daya). Sedangkan kondisi pengisian daya tidak didukung adalah proses charging yang tidak penuh-penuh. - Resistor Btemp Atur Avometer pada setelan buzzer. Hubungkan Testprobe merah (+) pada salah satu kaki resistor btemp dan testprobe hitam (-) disisi sebelahnya. Jika Avometer berbunyi / terhubung, berarti resistor btemp dalam keadaan baik. Nilai resistansi dari resistor btemp bernilai 47 kilo, jika nilai resistensi tersebut menyimpang dari 47 kilo, lakukan penggantian. - Resistor sense Lakukan penggantian resistor sense.

Lebih

Back IC CHARGER  Filter

Menampilkan 1 - 11 dari 11 item
Menampilkan 1 - 11 dari 11 item